Senin, 20 Mei 2019

TUGAS KEWIRAUSAHAAN 4 - 142-14 GNP 1819

BMC (Business Model Canvas)



Saat ini banyak yang membahas soal BMC, Business Model Canvas. Bentuk dari BMC memang macam-macam, bamun karena namanya canvas, secara prinsip, hal itu dibuat dalam satu lembar kanvas atau kertas yang bisa secara langsung menggambarkan model bisnis yang hendak kita lakukan.

Secara sederhana, bisnis model itu adalah  penjelasan mengenai bagaimana bisnis Anda menghasilkan uang. “A business model is how your business makes money”.
BMC (Business Model Canvas) adalah sebuah rancangan konsep abstrak sebuah model bisnis yang merepresentasikan strategi dan proses bisnis dalam organisasi (Alex Osterwalder, 2009) .

BMC mendeskripsikan sembilan komponen dalam model bisnis, yaitu customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, resources, activities, partnerships, and costs

Customer Segments
Komponen pertama yang perlu kita buat adalah customer segments. Pada komponen ini kita mendefinisikan kepada siapa kita menciptakan nilai dan siapa pelanggan yang paling penting. Pelanggan merukan jantung dari setiap model bisnis. Tanpa pelanggan, tidak ada perusahaan yang dapat bertahan lama. Oleh karena itu untuk mendapatkan kepuasan pelanggan, sebuah perusahaan perlu mengelompokan pelanggan dalam segmen yang berbeda sesuai dengan kebutuhan, kesukaan, perilaku pengeluaran, atau lainnya. Perusahaan juga harus mengambil keputusan untuk memilih segments yang harus dilayani dan yang tidak…

Values Proporsitions
Value proporsitions mendeskripsikan nilai apa yang akan diberikan kepada pelanggan, masalah apa yang diselesaikan, kebutuhan mana yang dipuaskan, dan produk atau jasa apa yang kita tawarankan kepada setiap segment pelanggan.

Channels
Channels mendeskripsikan bagaimana sebuah perusahaan berkomunikasi dan menjangkau segment pelanggan untuk memberikan value proposition. Komunikasi, dan distribusi adalah antarmuka perusahaan dengan pelanggan.

Customer Relationships
Customer relationships mendeskripsikan bagaimana perusahaan dapat menjalin hubungan dengan pelanggan dalam jangka panjang.

Revenue Streams
Revenue streams merepresentasikan bagaimana perusahaan mendapatkan uang dari pelanggan dengan memberikan nilai yang mau dibayarkan oleh pelanggan. Ada beberapa cara untuk menentukan revenue stream yaitu dengan penjualan aset, ongkos pemakaian, biaya berlangganan, sewa, iklan, dll.



BMC Available Puding Kekinian







 

Sabtu, 06 April 2019

TUGAS KEWIRAUSAHAAN 3 - 142-14 GNP 1819

Kisah Inspiratif Sylvester Stallone



Sylvester Gardenzio Stallone atau lebih di kenal dengan nama Sylvester Stallone dilahirkan di Kota New York City, Amerika Serikat, pada tanggal 6 Juli 1946, dilahirkan dari keluarga yang sangat miskin, ibunya terpaksa melahirkan dirinya di tangga sekolah. Akibat dari kelahirannya yang tidak lancar ia mengidap kecacatan pada sisi kanan wajah, Wajahnya lumpuh karena kelainan saraf. Ia pun berbicara gagap dan ujung bibirnya selalu tertarik kebawah. Bahkan syvester atau biasa di panggil Sly oleh rekan-rekannya sempat menjadi korban Bully oleh teman-teman sekolahnya di usia remaja.
            Sly mempunyai mimpi untuk menjadi seorang aktor. Untuk mengejar mimpinya itu Sly terus mengikuti audisi kemanapun dan di manapun. Akan tetapi wajahnya yang “seperti cacat mental” dan gaya bicara yang gagap, serta aktingnya yang terlihat kaku, membuat Sly selalu ditolak untuk peran yang diinginkannya. Ia di tolak sebanyak 1500 kali, bahkan jumlah seluruh agen film di New York tidak sebanyak itu. Artinya, beberapa agen sudah menolaknya berkali-kali. Sly tidak kenal dengan kata menyerah.
 Sly juga membuat naskah film, sama dengan audisi yang ia jalani. Naskah inipun banyak yang menolaknya. Sly tak pernah berhenti berusaha, ia trus menawarkan naskah filmnya. Hingga akhirnya ada produser film yang membeli naskahnya dengan syarat orang lain yang memerankan tokoh dalam naskah tersebut. Tapi Sly menolaknya dan bersikeras untuk menjadi tokoh utama dalam naskah tersebut, karena Sly terus memaksa dan menolak terus harga yang ditawarkan oleh produser film. Akhirnya sutradara mengizinkan Sly menjadi tokoh utama dalam film tersebut. Dan inilah awal mula kesuksesannya.
 Ini adalah kisah inspiratif milik Sly, Sly sadar setelah ribuan kali mendapat penolakan, naskah film Rocky yang dibuatnya mungkin satu satunya pintu gerbang untuk menjadi peran utama, karena itu ia tidak mau melepas peran Rokcy untuk orang lain
Inspirasi yang saya dapat dari kisah Sly adalah jangan pernah menyerah dengan mimpi kita, teruslah berusaha hingga mendapatkan apa yang menjadi keinginan terbesar kita. Buktikanlah pada orang-orang yang telah merendahkan dirimu bahwa kita mampu menggapai mimpi kita

Sabtu, 16 Maret 2019

TUGAS KEWIRAUSAHAAN 2 - 142-14 GNP 1819

PERBEDAAN dan KEUNGGULAN KAIN WOLFIS DAN KAIN WOLLYCREPE


Untuk teman teman yang berhijab pasti sudah tidak asing dengan bahan Wolfis dan bahan Wollycrepe, karena biasanya kedua bahan ini sering digunakan untuk bahan jilbab dan baju muslim.  Kedua bahan Wolfis dan bahan Wollycrepe ini memiliki kemiripan yang identik. Tidak menutup kemungkinan bila kita sulit mengenalinya. Agar tidak salah memilih bahan mari kita simak perbedaan dari bahan Wolfis dan bahan Wollycrepe.

Sebelum kita melihat perbedaan dan keunggulan dari masing-masing bahan. Mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan bahan Wolfis dan bahan Wollycrepe.

Bahan Wolfis merupakan salah satu jenis bahan kain yang terbuat dari campuran kain sutra, katun dan tambahan serat sintetis. Bahan wolfis juga dikenal dengan bahan dengan harga yang murah namun memiliki kualitas yang baik. Bahan ini memiliki karakteristik yang adem saat di gunakan, lebih ringan dari bahan jersey, halus dan juga tidak transparan (tergantung grade bahannya). 

 

ciri-ciri kain woolfis yaitu:
  1. Mempunyai serat yang rapat dan halus
  2. Bahan kainnya tebal namun ringan
  3. Bahan wolfis tidak licin
  4. Bahan wolfis tidak mudah kusut
  5. Bahan wolfis tidak transparan (tergantung grade bahan)
  6. Bahan wolfis tidak panas sehingga nyaman saat dikenakan
  7. Bahan wolfis mudah disetrika, akan tetapi harus tetap berhati-hati dan atur suhu setrikaan agar tidak terlalu panas karena bahan wolfis tidak tahan panas
Setelah berkenalan dengan bahan Wolfis, sekarang kita berkenalan dengan bahan Wollycrepe. 
 

 
Bahan Wollycrepe merupakan bahan kain yang memiliki tekstur kulit jeruknya paling halus dibandingkan dengan bahan crepe yang lainnya. Serat kain dari bahan wollycrepe mirip dengan bahan wolfis, itu sebabnya di namakan Wollycrepe.


Nah setelah kita berkenalan dengan kedua bahan yang kita bahas di atas, sekarang kita akan membahas perbandingan dari bahan Wolfis dan Wollycrepe.

Jenis Kain
Wolfis
Wollycrepe
Serat Kain
Memiliki serat yang halus, rapat dan hampir tidak kasat mata.  
Memiliki serat yang sedikit lebih besar dari Wolfis dan serat crepe-nya cukup terlihat oleh mata. Tersusun seperti benang yang saling silang.
Tekstur Kain
halus meskipun tidak licin. tidak memiliki rabaan yang khas pada serat benangnya
Terasalebih keset dan tidak licin jika dibandingkan Wolfis. Kainnya teraba seperti sedikit berpasir. Pada jenis Wollycrepe tertentu seratnya teraba lebih lembut.
Karakteristik Kain
Agak tipis, ringan, jatuh, tidak menerawang. Diyakini kainnya terlalu gombyor, membentuk lekukantubuh.
tergolong ringan. Jatuh namun tidak terlalu gombyor. Sedikit lebih tebal daripada Wolfis.
Daya Serap keringat
Tidak menyerap Tidak menyerap
  

sekian dari pembahasan Perbedaan dan keunggulan kain Wolfis dan kain Wollycrepe. Semoga bermanfaat :) 


Referensi : @Mizutex @Masbidin