Minggu, 23 September 2018

Motivasi Usaha 2



“OTAK kita adalah ciptaan Tuhan, tapi kejeniusan kita adalah ciptaan kita sendiri” (Albert Einstein).
Kutipan diatas benar-benar dibuktikan oleh seorang ayah, ia  bernama Aaron Stern, ayah dari seorang anak bernama Edith. Aaron berhasil membuktikannya bahwa kejeniusan seorang anak bisa dilatih sedini mungkin.
Cara yang dilakukan oleh Aaron sangat unik yaitu dengan memberi putrinya lingkungan yang paling menstimulasi kejeniusannya. Sejak Edith lahir, Aaron memainkan music klasik, dan mengajari kalimat kalimat baru, juga berbicara dengan bahasa orang dewasa kepada putri nya.
Aaron berusaha keras menciptakan lingkungan yang dapat menstimulasi otak putrinya.
Hasil yang di dapat oleh Aaron adalah Edith sudah mampu berbicara dengan kalimat lengkap di usia satu tahun, dan pada usia lima tahun, Edith sudah selesai membaca seluruh volume Encyclopedia Britannica. pada usia 12, dia sudah berkuliah. Dia telah mengajar matematika di tingkat perguruan tinggi di usianya yang ke-15 (dan memperoleh gelar Ph. D di usia ke-18).

Pada usia 16 ia diberi posisi Asisten Profesor Matematika Abstrak di Michigan State University. Dan sejak tahun 1970an, dia telah bekerja di IBM dan telah diakui atas banyak kontribusinya dalam matematika terapan Kenyataan ini membuktikan bahwa setiap anak dilahirkan jenius, dan perkembangan otak anak selanjutnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan.

Pelajaran yang dapat saya ambil dari kisah Edith Stern adalah setiap manusia di ciptakan dengan kejeniusan yang sama, dan lingkungan dapat mempengaruhi otak kita dengan atau tanpa kita sadari.
jadi sebisa mungkin kita menstimulasi otak dngan sebaik baik nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar